in

10 Dalang Tiga Generasi Semarakkan Hari Wayang Nasional 2023 di Blora

Foto : Blorakab.go.id

HALO BLORA – Sawung Prabasworo (7) dalang anak asal Dusun Pangkat Desa Purwosari, Kecamatan Bora  mengawali pagelaran seni wayang kulit tiga generasi di pendopo rumah dinas Bupati Blora.

Siswa SDN 1 Purwosari Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu, tampil memukau dengan menyajikan cerita pakeliran padat Tumuruning Wiji Sejati (Wisanggeni Lahir) dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional ke-5, Selasa (7/11/2023) yang diselenggarakan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Blora bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Blora.

Sawung Prabasworo adalah putra salah satu dalang terkenal di Blora, yakni Ki Nuryanto, sedangkan ibunya adalah pesinden ternama, yaitu Eny Wulandari.

Pasutri itu juga mengelola sanggar seni Cahyo Sumirat di desa Purwosari.

“Saya memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berlatih dan belajar wayang kulit. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan, sehingga nantinya bisa maju dan berkembang serta ada regenerasi,” kata Nuryanto yang juga sebagai panitia peringatan HWN 2023, Selasa (7/11/2023)

Sementara itu dalam pertunjukan wayang kulit, atas saran Semar, dikisahkan Wisanggeni mencari tahu siapa orang tuanya kepada para Dewa.

Ketika sampai Kayangan, sejumlah Dewa yang ditanya mengatakan tidak tahu.

Wisanggeni marah, setiap Dewa yang mengaku tidak tahu siapa orang tuanya langsung dihajar termasuk Batara Guru.

Sebelumnya, acara memperingati Hari Wayang Nasional ke-5 tahun 2023 ditandai dengan doa keselamatan dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Bupati Blora, Arief Rohman,  kemudian diserahkan kepada Ketua Pepadi Blora H Sukarno, SH.

Hadir di acara pembukaan peringatan HWN 2023, Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho,S.Sos.,MM dan Sekretaris Dinkominfo Blora Ir Tedi Rindaryo Widodo.

Ketua Pepadi Blora H Sukarno dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam rangka peringatan Hari Wayang Nasional Tahun 2023 Pepadi Kabupaten Blora mengadakan kegiatan Pagelaran Wayang Kulit oleh 10 dalang tiga generasi (Anak, Remaja dan Dewasa).

“Peringatan Hari Wayang Nasional sebagai kelanjutan yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo nomor 30 tahun 2018, yakni 7 November sebagai Hari Wayang Nasional,” jelasnya, seperti dirilis Blorakab.go.id

Peringatan HWN 2023 di Kabupaten Blora dihadiri semua dalang yang di kabupaten setempat, guru pendamping dari SD dan SMP yang diundang beserta ratusan siswa yang hadir.

“Dengan tujuan agar anak-anak SD dan SMP mampu mengikuti dengan seksama, dapat mencermati kearifan lokal budaya tradisional yang ada di Indonesia khususnya wayang yang telah disebarkan oleh Wali Songo di Pulau Jawa ini,” terangnya.

  1. Sukarno berharap, dengan hadirnya anak-anak SD dan SMP akan dapat merubah karakter anak menjadi lebih baik, karena wayang disamping sebagai tontonan juga sebagai tuntunan.

Pergelaran Wayang Kulit dalam rangka WHN 2023 di Kabupaten Blora, kata H. Sukarno, digelar secara maraton mulai Selasa (7/11/2023) jam 08.00 pagi hingga Rabu (8/11/2023) jam 02.00 dini hari.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora Arief Rohman atas nama Pemkab Blora menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Wayang Nasional 2023 yang ditandai dengan pagelaran wayang kulit dalang tiga generasi dari pagi hingga malam (dini hari).

“Kami sampaikan apresiasi, terimakasih kepada Pepadi dengan seluruh jajarannya yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. Tentunya Pemerintah Kabupaten Blora akan terus mendukung upaya pelestarian kesenian khusunya wayang yang ada di Kabupaten Blora,” kata Bupati Blora yang akrab disapa Mas Arief.

Bupati mengatakan, hanya di Kabupaten Blora yang memiliki dalang anak dan remaja, bahkan yang dalang dewasa sudah tidak diragukan lagi.

“Ini menurut saya adalah upaya yang sangat luar biasa, yang harus kita dukung. Dan kami ucapkan terimakasih kepada Pepadi yang sudah uri-uri kebudayaan kita,” ucapnya.

Bupati juga mengapresiasi helatan lomba Blora Sinden Idol 2023 sehingga menginspirasi untuk digelar pula lomba dalang cilik atau remaja.

“Ini sebagai bentuk apresiasi kita untuk melestarikan kebudayaan kita ini. Sekali lagi saya ucapkan selamat, dan selamat menikmati semoga ini menginspirasi untuk kita dan memberikan nilai-nilai teladan, contoh yang bisa kita wariskan untuk anak-anak kita semuanya,” ucapnya.

Mas Arief juga berkesempatan menyerahkan tokoh wayang Wisanggeni kepada dalang anak didampingi Ketua Pepadi Blora H. Sukarno.

Adapun dalang anak yang pentas pada perigatan HWN, Sawung Prabasworo, Sanggar Cahyo Sumirat, SDN 1 Purwosari, Blora. Muhammad Arsyada Izmatullah, Sanggar Cahyo Sumirat, SDN Gombang Kecamatan Bogorejo. Sawung Sulaiman, Sanggar Cahyo Sumirat, SD IT Permata Mulia, Blora. Ketiganya menyajikan cerita Tumuruning Wiji Sejati.

Dalang remaja, Asrep Tri Nova Siswa SMP Negeri 3 Blora menampilkan cerita Palguna-Palgunadi. Rista Rifki Setiawan Desa Bleboh, Jiken, Blora dengan menampilkan cerita Basukarna.

Selanjutnya Bagus Margiarta Nugroho, Dukuh. Klampok, Desa Genjahan, Kecamatan Jiken, Blora, Brubuh Ngalengka. Ilham Nur Fadli, Ds. Bangkle, Kec. Blora menampilkan ceria Anoman Duta. Ki Yogi Dwi Oktavianto , Alumni SMKN 8/ SMKI Surakarta, menampilkan cerita Sena Maguru. Catur Ibnu Nabawi, Mahasiswa ISI Surakarta dengan menampilkan cerita Rajamala.

Kemudian untuk dalang dewasa, tampil Ki Mudho Sutarno, Dk. Klampok, Ds. Mendenrejo, Kec. Kradenan membawakan cerita Astha Brata. (HS-08).

Mimpi Warga Blora Selatan Punya Jalan Mulus Tembus Ngawi Bakal Terealisasi

Ekonomi Jateng Triwulan III 2023 Tumbuh 5,07%, Masih Berpotensi Meningkat