in

1.724 TPS di Kota Semarang Terindikasi Rawan

Jajaran Bawaslu Kota Semarang.

 

 

HALO SEMARANG – Bawaslu Kota Semarang mencatat ada 1.724 TPS rawan di Kota Semarang dalam Pemilu 2019, 17 April 2019. Identifikasi yang dilakukan Bawaslu Kota Semarang berdasarkan informasi yang melibatkan 4.252 pengawas TPS se-Kota Semarang (15/4/2019).

Nining Susanti selaku Komisoner Bawaslu Kota Semarang mengatakan, bahwa banyaknya TPS rawan ini akan mendapat perhatian seara khusus dari Bawaslu.

“Akan kami lakukan pengawasan secara serius dengan melibatkan seluruh jajaran Panwas Kecamatan, Panwas Kelurahan hingga seluruh pengawas TPS yang ada di masing-masing TPS tersebut,” jelasnya.

Beberapa TPS yang diindikasi rawan, lanjut Nining, karena adanya pemilih DPTb (sejumlah 1.448 TPS), pemilih DPK 235 TPS, dekat dengan rumah sakit 38 TPS, dekat dengan perguruan tinggi (94 TPS), dekat dengan lembaga pesantren/asrama (229 TPS).

Selain itu adanya dugaan pemberian uang di lima TPS, adanya praktik penghinaan di empat TPS, adanya kemungkinan KPPS berkampanye di satu TPS, dan adanya TPS dekat dengan posko/sekretarian peserta Pemilu ada 225 TPS.

“Data TPS rawan akan terus kami pantau, karena kami menyakini bahwa TPS yang telah teridentifikasi rawan bisa saja menjadi tidak rawan. Tetapi yang belum terdata rawan bisa juga menjadi rawan, karena adanya beberapa faktor yang ada di lapangan. Untuk itu pada masa tenang tanggal 14-16 April 2019 Bawaslu Kota Semarang terus melakukan patroli pengawasan di sekitar TPS,” katanya.

Patroli rutin diharapkan bisa mendeteksi dini potensi-potensi kerawanan. Data kerawanan TPS ini juga sangat penting untuk mengukur kewaspadaan jajaran pengawas kecamatan, kelurahan, hingga pengawas TPS terhadap praktik-praktik politik uang.

“Biasanya rawan politik uang itu terjadi selama masa tenang dan hari pemungutan suara,” tegasnya.(HS)

Tari Legenda Goa Kreo Disajikan di TMII

Hendi Targetkan Partisipasi Pemilih di Kota Semarang Lebih dari 70 Persen