in

1.300 Peserta Ikuti Simulasi Bencana Tsunami dan Gempa Bumi BPBD Kebumen

Foto : kebumenkab.go.id

 

HALO KEBUMEN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kabupaten Kebumen, menggelar simulasi penanggulangan bencana bagi pelaku kebencanaan se- Kabupaten Kebumen.

Simulasi dan latihan tersebut digelar, antara lain untuk mengingatkan masyarakat bahwa wilayah Kabupaten Kebumen memiliki risiko bencana cukup tinggi.

Wilayah ini berada di wilayah pesisir selatan Jawa, di mana berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Kebumen dan Samudra Hindia juga merupakan daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami, lantaran berdekatan dengan daerah tunjaman lempeng Indoaustralia ke lempeng benua Eurasia..

Kepala BPBD Kebumen Haryono Wahyudi, seperti dirilis kebumenkab.go.id, mengatakan simulasi merupakan salah satu bagian penting dalam proses penanggulangan bencana.

Dengan simulasi, pihaknya dapat mengetahui kemampuan atau kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Pelaksanaan simulasi bertujuan untuk menguji rencana kontingensi bencana bagi wilayah Kabupaten Kebumen dan mengukur kemampuan dalam melakukan tugas pekerjaan dan tanggungjawab sebagai personel kebencanaan,” kata Haryono, pada pembukaan apel simulasi kesiapsiagaan bencana di  GOR Tumbakkeris, Petanahan, baru-baru ini.

Dalam penanganan bencana perlu melibatkan seluruh unsur, baik dari unsur pemerintah hingga relawan kebencanaan.

Karenanya dalam simulasi itu turut dihadiri sejumlah unsur, baik itu PMI, perwakilan desa, rumah sakit, relawan kebencanaan dari berbagai organisasi, pelajar, ORARI dan lain sebagainya.

“Mari kita bersama-sama terus meningkatkan kapasitas kita dalam menangani bencana. Dengan seperti itu kita akan lebih mampu menolong masyarakat agar menjadi semakin tangguh terhadap bencana,” kata dia.

Wakil Bupati Ristawati Purwaningsih mewakili Bupati menyampaikan, pihaknya terus mendorong agar masyarakat punya kemampuan yang cukup dalam mengahadapi berbagai macam risiko bencana.

“Untuk itu kegiatan seperti ini saya kira sangat penting untuk diikuti. Masyarakat harus diberikan pemahaman baik secara teori maupun praktik tentang bagaimana menghadapi bencana. Sehingga mereka betul-betul siap, dan bisa menghindari adanya korban jiwa,” ucapnya.

Penyelenggaraan simulasi kali ini dengan metode geladi ruang atau Table Top Exercise (TTX) dan geladi posko atau Command Post Exercise (CPX) dengan peserta perwakilan pelaku kebencanaan se- Kabupaten Kebumen, berlangsung selama dua hari sampai Selasa 31 Oktober 2023 dengan total peserta 1300 orang.

Peserta nantinya diminta menyusun skenario apa saja yang harus dilakukan ketika bencana tiba, kemudian membagi peran dan tanggungjawab, selanjutnya mensimulasikan peran posko tanggap darurat bencana beserta bidang-bidang yang berada didalamnya.

Pada kesempatan tersebut, tidak lupa dilaksanakan pemberian bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen dan pemberian bantuan sembako dari Dinas sosial Provinsi Jawa Tengah kepada masyarakat yang terkena dampak bencana sebanyak 29 orang.

Kemudian bantuan stimulan bahan bangunan dari BPBD Kabupaten Kebumen untuk dua desa, yaitu Desa Giripurno Kecamatan Karanganyar, dan Desa Banjarharjo Kecamatan Ayah. (HS-08)

Mbak Ita Dukung Para Remaja Sebarkan Virus Three Zero

Ketua DPRD Temanggung Ajak Pemuda  Kuasai Teknologi Digital