in

1.222 Tangki Air Bersih Disalurkan di 14 Kabupaten Terdampak Kekeringan

Foto ilustrasi: Proses penyaluran air bersih di Desa Pakis, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Selasa (24/9/2019).

 

HALO SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan, selama musim kemarau, sebanyak 14 kabupaten/kota di Jateng terdampak kekeringan.

“Yang terdampak kekeringan ada 14 kabupaten tersebar pada 234 desa di 114 kecamatan,” ungkap Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Jateng Dikki Ruli, Minggu (12/9/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pihaknya telah menginstruksikan kepada BPBD di kabupaten yang dilanda kekeringan guna mengirimkan bantuan air bersih. Ia menyebut, sebanyak sekitar 5,7 juta liter air bersih sudah didistribusikan.

“Sebanyak 1.222 tangki air setara 5.776.600 liter air sudah didistribusikan untuk pemenuhan 14 ribu masyarakat di Jawa Tengah,” tuturnya.

Hingga sekarang, penyaluran air bersih masih dilangsungkan. Dari 14 kabupaten, terdapat tiga kabupaten terparah dilanda kekeringan yang menerima air bersih terbanyak.

“Tingkat tinggi pergerakan tangki ada di Kabupaten Klaten, kemudian Blora, dan Grobogan. Yang sedang dipantau ada di Kabupaten Demak, di sana ada peningkatan permintaan air,” ujarnya.

Kondisi tahun ini, lanjut Diki, kekeringan menurun dari tahun sebelumnya sebanyak 21 kabupaten. Hal itu dipengaruhi adanya faktor kemarau basah di sejumlah daerah di Jateng yang masih diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Ia melanjutkan, faktor kemarau basah juga berimbas pada tingkat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurun dan dapat terkendali. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Luasan yang terdampak sekarang dibandingkan tahun lalu masih terkendali, berbeda dengan tahun lalu yang sangat luas. Bisa dikatakan korelasi dengan kekeringan ini sama,” lanjutnya.

Pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Informasi yang didapat, jelasnya, pemetaan perkiraan bencana kekeringan ini akan berakhir pada akhir bulan September hingga Oktober mendatang.

“Informasi dari BMKG, minggu ketiga bulan September sudah memasuki musim hujan, yang terakhir di minggu ketiga bulan Oktober juga akan memasuki musim hujan. Jadi satu bulan ke depan kita sudah mulai memasuki musim hujan,” jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Jateng yang dihimpun halosemarang.id, sebanyak 13.071 jiwa terdampak kekeringan yang tersebar di 14 kabupaten.

Sementara daerah yang tinggi dilanda kekeringan yaitu Kabupaten Grobogan sebanyak 63 desa di 11 kecamatan, Kabupaten Blora sebanyak 39 desa di 10 kecamatan.(HS)

Share This

Percepat Vaksinasi Bagi Masyarakat Rentan, Wamenkes Minta Pemda Buat Terobosan

November, Pembangunan Akses Jalan Utama Menuju TPI Mangkang Rampung