in

1.200 Kader Fatayat NU Klaten Siap Jadi Petugas Covid-19 Dalam Keluarga

Pengurus Cabang Fatayat NU Klaten menerima kunjungan Dinas Komunikasi Informatika Klaten, di Kantor Bersama NU di Jombor, Ceper Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Ketua Pengurus Cabang Fatayat NU Klaten Ika Nirmala Dewi, menyatakan 1.200 wanita kader Fatayat NU Klaten, siap untuk menjadi contoh, dalam penegakan protokol kesehatan, sekaligus menjadi petugas penanganan Covid-19 di tingkat keluarga.

Hal itu disampaikan Ika Nirmala Dewi, saat menerima kunjungan Dinas Komunikasi Informatika Klaten, Selasa, 26/01) di Kantor Bersama NU di Jombor, Ceper Klaten.

Dia  menjelaskan lembaganya menjadi wadah kader muda dan ibu-ibu dalam, pengembangan ilmu agama dan kesehatan. Adapun kegiatan yang digelar juga beragam, termasuk bekerja sama dengan unsur pemerintah, dalam penanganan Covid-19 kaum marjinal.

“Saat ini kami mempunyai 16 pengurus anak cabang tingkat kecamatan. Total kader kami adalah 1.200 orang, Mereja adalah ibu-ibu dan remaja putri. Terkait penegakan protokol kesehatan, kami siap menjadi satgas dalam keluarga. Minimal menjadi kader yang selalu mengingatkan anak dan suami, untuk selalu cuci tangan dan menghindari kerumunan,” kata Ika.

Dia menyatakan menyambut baik pesan dari Dinas Kominfo Klaten, yang ingin bermitra kerja dengan PC Fatayat NU, terkait penegakan protokol kesehatan.

Menurut dia, wabah Covid-19 ini adalah permasalahan bersama, bukan semata urusan pemerintah. “Kami punya Whatsapp group. Pesan beranting biasanya kami sampaikan lewat media sosial. Selain belajar agama seperti ilmu fikih wanita, kami juga banyak belajar kesehatan reproduksi. Kami berharap kemitraan dengan Dinas Kominfo ini, bisa berkelanjutan dan kader kami siap menjadi satgas keluarga dalam penegakan protokol kesehatan,” jelasnya.

Tim Pemberitaan Dinas Kominfo Klaten, dipimpin Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Totok Gantoro dan Kepala Seksi Komunikasi dan Desiminasi Informasi Joko Priyono, melakukan kunjungan kemitraan komunikasi dengan PC Fatayat NU Klaten untuk penguatan sosialisasi protokol kesehatan.

Hal ini dilakukan sebagai bagian strategi komunikasi dengan sasaran kalayak perempuan NU.

“Fokus sosialisasi prokes kami geser. Masyarakat sudah biasa pakai masker, tapi perilaku cuci tangan dan menjaga kerumunan masih rendah. Ini yang saya tengarai menjadi faktor melonjaknya kasus covid di Klaten dan juga di daerah lain. Maka narasi-narasi ini, yang akan terus kami dorong, melibatkan kaum wanita salah satunya PC Fatayat NU. Saya yakin lewat sentuhan para perempuan, penegakan protokol kesehatan ini akan lebih efektif. Anak-anak yang bandel itu memang butuh dicerewetin. Itu ahlinya para ibu,” ungkap Joko Priyono. (HS-08)

Share This

Mutasi, Abdullah Umar Resmi Menjabat Kasubbag Humas Bagops Polres Kendal

Para Penerima Vaksin Covid-19 Sebut Tak Ada Efek Samping Serius