in

1.057 Kasus Aktif, Angka Covid-19 di Kendal Sangat Mengkhawatirkan

Foto ilustrasi angka Covid-19 di Kendal.

 

HALO KENDAL – Sebagai langkah cepat dan strategis untuk mencegah dan menangani penyebaran virus corona di Kabupaten Kendal, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menggelar Rapat Kordinasi Penanganan Covid-19 secara daring, Senin (21/6/2021).

Rapat diikuti oleh jajaran forkompimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah dan elemen-elemen masyarakat lainnya yang tergabung ke dalam Satgas Covid-19 Kabupaten Kendal.

Hal ini dilakukan karena melonjaknya kasus aktif Covid-19 di Jawa Tengah, tak terkecuali Kabupaten Kendal.

Pada kesempatan tersebut, Dico memaparkan, kasus penyebaran virus corona di Kabupaten Kendal sudah masuk ke dalam tahap sangat mengkhawatirkan.

“Berdasarkan data per tanggal 20 Juni 2021, diketahui bahwa terdapat 1.057 kasus aktif Covid-19, dengan total kasus konfirmasi sebanyak 8.602 kasus. Hal ini menjadikan Kendal sebagai kabupaten dengan kasus aktif tertinggi keempat di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dico juga mengatakan, bahwa ketersediaan tempat tidur rumah sakit atau yang biasa disebut dengan Bed Occupancy Rate (BOR) di Kendal juga sudah mencapai angka 74%.

“Padahal, sesuai standar WHO menetapkan bahwa keterisian tempat tidur haruslah kurang dari 60%. Untuk itu, kita harus bergerak cepat dan mengambil kebijakan untuk masyarakat di Kabupaten Kendal,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dico juga menandatangani Surat Edaran Bupati No.443.5/1876/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro.

Bupati juga mengoptimalkan Posko Penanganan Coronavirus Disease 2019 di tingkat desa dan kelurahan, untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Di dalam surat edaran tersebut terdapat beberapa hal-hal esensial, seperti pemberlakuan work from home (WFH) bagi pekerja kantoran dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penghentian Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Kemudian pemberlakuan pembatasan waktu operasional dan kapasitas restoran, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan, penutupan tempat hiburan, destinasi wisata dan ruang terbuka umum, serta pembatasan kegiatan keagamaan dan hajatan. Selain itu juga pemberlakuan protokol kesehatan 5M yang diperketat,” paparnya.

Dico menegaskan, bahwa pemberlakuan surat edaran tersebut dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kendal, agar tidak terdampak efek jangka panjang virus Covid-19.

“Saya berharap kebijakan tersebut agar dipahami dan dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Kendal,” pungkasnya.(HS)

Share This

Kebakaran Di Carrefour DP Mall Semarang, Ini Penyebabnya

Lonjakan Angka Covid-19 Tembus 1.992 Kasus, Pemkot Semarang Perketat Aturan